Jumat, 20 September 2013

Apa Kabarmu Hari Ini?

Hai saudariku, apa kabar lagi hari ini? Damaikah kau di sana? Maaf sempat menjadikanmu bahan perdebatanku. Maaf, kau memaafkanku kan kakak perempuanku? Aku menyayangimu seperti biasanya. Seperti saudara yang biasa kau ajak untuk berdebat dan kau kerjai.

Ini sudah berhari-hari kan? Maaf aku lupa mendoakanmu beberapa hari ini. Aku terlalu sibuk dengan hatiku. Seperti biasa aku tak punya tempat bercerita. Kau tahulah, jelas kau mengetaui karena tidak ada yang tak mungkin tidak kau ketahui saat ini. Semoga damai selalu menjadi teman baikmu di sana.

Senang sempat memiliki saudari sepertimu. Walau aku tak bercerita, setidaknya kita bisa bermain dan bercanda. Lucu memang saat mengingat kau begitu kasarnya terhadapku. Namun demikian, terima kasih sudah menjadi sorang kakak yang bagiku. Terima Kasih. Aku sangat menghargai waktu yang meski tak banyak bersamamu.

Apa Kabar mu hari ini kakakku sayang? Maaf tidak sempat berbincang dengan mu seperti biasa. Haha, pahamlah, aku sedang agak goyah di sini. Di bagian hati seperti biasa. Kau tahulah. Aku menyayangimu. Apa kabarmu? Semoga kau damai ya Kak. Aku berdoa ketenangan selalu bersamamu.

Kamis, 22 Agustus 2013

Maaf Aku Tak Datang

Apa kabar calon bidadari? Lama ya tak menyapamu. Maaf tak sempat ke Rumah terakhirmu karena aku mungkin takut bertemu dengan kenangan terakhir darimu. Maaf, kau tau lah alasanku. Aku ingin bercerita lagi denganmu, seperti hari-hari dulu. Seperti kemarin-kemarin saat aku hany bisa jujur dan terbuka hanya bersamamu. Namun aku sadar, kau pasti telah tahu lebih banyak daripada apa yang akan kusampaikan di sini.

Damaikah kau di sana calon bidadari? Semoga kebaikan selalu menjadi sahabat baikmu di alam sana. Ku doakan semoga tak akan ada Cinta yang putus untuk menjagamu dalam kehangatan Doa-doa.

Banyak sekali cerita beberapa tahun ini yang mungkin tak bisa aku ungkapkan di sini. Namun aku percaya kau tahu lebih banyak bukan? Beberapa waktu ini pun seharusnya kau dapat melihat bahwa aku bukan aku yang nampak seperti kemarin saat kau masih bisa memukul kepalaku. Aku berbeda. Aku semakin banyak belajar, semakin banyak melakukan kesalahan, dan semakin sering pula untuk tak tahu cara menyampaikan apa yang seharusnya bisa aku sampaikan. Andai kau masih di sini, mungkin segala hal bisa sedikit lebih mudah. Semoga kau damai di sana.

Ini sudah tahun ke 2 kan? Maaf aku tak sempat mengantarkan bunga dan doa ke depan rumah terakhirmu. Maaf ya aku tak bisa menjadi sangat baik terhadapmu. Tapi semoga kau sangat baik dan lebih indah di sana.

Aku ingin menuliskan kata-kata ini di pintu rumahmu, namun ku tulis di sini sajalah. Semoga kau membacanya, meski ku tahu tak mungkin kau mengakses ke benda-benda seperti ini lagi.

Kau yang cantik setelah keindahanmu bertambah
Masih ingatkah kau akan kenangan kita
Aku masih, semua hal tentang kita memang terasa baik-baik saja nampaknya
Hanya batas waktu kita berbeda, kau diberikan keindahan
Aku masih harus banyak belajar tentang berbagai kesalahan
Andai saja kau masih di sini, mungkin aku akan memintamu menjagaku
Kau tahu, kau tetap seorang saudari bagiku, meski aku lupa dimana rumahmu seharusnya

Sudah lama aku tak berjabat tangan denganmu
Tangan kurus dan rampingmu, masih ingin ku remas sampai kau merintih
seperti kemarin, seperti waktu kita masih bermain bersama
Aku merindukanmu karena banyak cerita yang ingin ku bagi bersamamu

Apa kau bersayap kali ini?
Kalo iya, pasti sangat indah, putih, dan sangat lebar
Lalu kau akan terbang di atas kepalaku, berteriak dan memamerkannya kepadaku
Seandainya kau di sini denganku, aku akan membagikan dunia padamu
Saudariku, tenanglah di sana. Semoga Tuhan kita selalu menjagamu dalam kasih sayang-Nya